temukan investor mu

cerita pagi tadi… (bagimana kita deal dengan investor )

tiba tiba telp berdering.. ternyata itu drĀ  salah seorang pengusaha muda dari WMM ,s pagi pagi udah bertanya masalah bagaimana ya cara kita dapet modal usaha, lalu bertanya lagi, waktu kang fery juara nasional wmm oleh pihak bank , ditawari kredit engga? lalu bungan nya rendah engga? lalu prosesnya lama engga? bisa dapet besar engga plafond nya? bertubi tubi pertanyaan seputar pinjaman dilontarkan, sampe bingung saya menjawabnya hehehe..
saya jawab dengan satu jawaban saja… semua mudah bahkan sangan mudah, tapi saya tidak pake modal bank..

banyak sekali pengusaha pemula baru memulai usahanya hasil belum seberapa sudah main main dengan bank, padahal banyak sekali mekanisme lain yg bisa dipakai sebenarya..

yuk kita share sedikit saja okey..
setiap saya membangun usaha , setelah mengalami kebangrutan yang ruaaar biasa hampir M..M an dan saya beruasha bangkit dari semua hal itu, mudah? tidak juga, tapi juga tidak sulit. saya berupaya menghindari bank, terutama bank konventional kenapa?.. padahala ada tawaran 500jt bunga kecil cuma 6% aja pertahun, dan tanpa agunan lagi, tinggal acc langsung cair dan kita tolak…hehe yang mau tau jawabnya PM aja ya.
yg mau saya bagai mana caranya kita bisa deal dengan investor..ada beberapa jenis insvestor yang saya ketahui
1. angel investor
2. fool investor
3. pro investor
dan perlu dipahami investor adalah seseorang yang paham akan segala resiko dalam bisnis.. dan pembagian hasilnya tentunya dari nett profit yang kita dapat..

ini adalah beberapa tips yang pernah saya alami dan ilmu yang saya dapet bagimana deal dengan investor
kalau kita mau dateng ke investor maka pastikan bahwa bisnis kita adalah bisnis yang bisa berbeda dari yang lain, berbeda apanya? pasti nya adalah how to making cash nya.. produk bisa saja sama tapi yang penting adalah kita paham HOW TO MAKING CASH nya dari bisnis yang kita jalani..karena BUSINESS IS NOT WHAT WE DO, BUT HOW WE DO IT.

nah temukan hal ini dari bisnis teman teman maka insha Allah investor pasti mau menanamkan modal nya ke kita
1. siapa kompetitor kita dalam bisnis? pahami ini dan temukan kelebihan kita dari kompetitor
2. siapa saja pemain dalam bisnis ini, dan apa saja yang mereka sudah lakukan
3. apa benefit dari bisnis yang dijalankan
4. bagaima revenue model bisnis kita
5. entri barrier nya bisnis kita seperti apa
6. kenapa kita butuh uang investor
7. resiko yang bisa terjadi seberapa riskan
8. apakah bisnis kita bisa mendapatkan repeat buyer /order yang baik

itu beberapa hal yang kita rumuskan dalam bisnis priview kita kepada investor.. selamat mencoba.. dan hindari RIBA!!!

Iklan

menyelamatkan ekonomi Indonesia..Gerakan Beli Indonesia

Dulu tanah air kita dijajah oleh negara asing, hari ini kehidupan kita dikuasasi oleh produk orang asing. Hampir semua barang kebutuhan hidup kita dibuat oleh orang asing. 92% produk teknologi yang kita pakai buatan asing, 80% pasar farmasi dikuasai asing, 80% pasar tekstil dikuasai produk asing. Dengan penduduk 237 juta jiwa Indonesia merupakan pasar besar yang sangat menggiurkan. Tetapi juga sangat menakutkan bila negara ini bangkit menjadi negara produsen.

Maka berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara asing agar Indonesia tetap menjadi negara pemakai. Hasilnya, hari ini Indonesia tercatat sebagai negara yang paling konsumtif di dunia (AC Nieilsen). Dan jadilah Indonesia surga bagi produk asing yang ditandai membanjirnya produk luar dengan menggeser produk lokal dan membunuh pabrik-pabrk yang membuatnya. Tahun 2005 ada 429 pabrik tekstil kolaps, tiga tahun kemudian 200 diantaranya gulung tikar. Di tahun 2010, Indonesia mengalami defisit perdagangan dengan China sebesar Rp.53 Triliyun.

Lihat berapa pendapatan perusahaan-perusahaan asing di Indonesia. Sebuah perusahaan yang menguasasi pasar air dalam kemasan meraup penjualan sebesar Rp. 10 triliyun/ tahun. Sebuah produsen minuman ringan yang menguasai 40 pasar minuman ringan dalam negeri dengan penjualan 10 trilyun/ tahun. Produsen yang consumer good berupa pasta gigi, shampoo, sabun dan-lain-lain menguasai 40 % pasar meraup penjualan Rp. 20 Triliyun/ tahun . Satu Produsen susu formula yang mengendalikan 80 persen petani susu di Indonesia, mengusai 50 %pasar susu dengan berbagai merek meraih penjualan sebesar Rp. 200 Triliyun/ tahun. (Bandingkan dengan anggaran satu tahun untuk Angkatan bersenjata kita yang hanya Rp.30 Triliyun/tahun 2008). Sementara produk-produk baru bermerk lokal sangat sulit untuk masuk supermarket dengan cara membuat listing fee dan pemotongan harga yang sangat tinggi.

Akibatnya, omset toko-toko kecil turun dari Rp. 800 ribu / hari menjadi Rp.400 ribu/ hari. Setiap tahun 1,6 juta pedagang tradisional bangkrut. Dan semakin hari semakin kecil kesempatan masyarakat untuk menjadi pedagang/ pengusaha karena semua sektor hulu dan hilir sudah dikuasai oleh pemain asing. Ini artinya Indonesia akan menghadapi bencana ekonomi yang lebih dahsyat dari bencana alam yang selama terus mendera negara ini. Sebelum ada AFCTA (Asean China Free Trade Area) industri tekstil dalam negeri sudah banyak yang kolaps hanya dengan barang-barang seludupan dari luar. Dan hari ini pemerintah telah membebaskan lebih dari 54.000 pos yang masuk ke Indonesia tanpa bea. Ibarat perang, Indonesia menghadapi musuh yang bersenjata lengkap tetapi kita bertelanjang dada.

Mengapa produk asing sangat bebas menguasai kehidupan kita sementara produk dan pemain lokal tidak tumbuh bahkan terus mati? Karena kita tidak memiliki sesuatu yang jelas untuk kita bela. Seharusnya kita membela Kejayaan Bangsa sendiri daripada membela kejayaan bangsa lain. Caranya dengan membeli produk buatan sendiri. Dan inilah pertahanan terakhir untuk menghadapi gempuran produk asing untuk menghindari terjadinya bencana ekonomi Indonesia ke depan.